021 - 741 80 54
021 - 298 224 83

gadaibpkb.com

Pinjaman dana tunai kredit gadai BPKB mobil dan motor,

021 - 298 224 83

BPKB aman, cicilan ringan angsuran murah terjangkau

021 - 741 80 54

cepat dan mudah, leasing resmi terpercaya

Semir Ban, Ternyata Mampu Membuat Bodi Motor Jadi Mengkilap

Jakarta: Motor kusam merupakan hal yang sering dihindari oleh para bikers. sebab kalau diajak nongkrong alias kongkow, masih bisa lebih percaya diri memperlihatkannya kepada rekan bikers yang lain, Jika Kondisi motor kinclong. Tapi seiring pemakaian dan usia, akan timbul banyak baret dan warna lebih kusam.
Rahmat, salah seorang bikers di Jakarta, membeberkan kondisi motor yang kusam bisa dibikin jadi mengkilap lagi dengan biaya yang lebih murah. Yaitu dengan memakai komponen semir ban. Bagian bodi motor bisa dioleskan dengan semir ban sehingga kembali mengkilap.
“Jika habis dicuci, bodi motor bisa dioles pakai semir ban. Nanti tampilannya akan lebih mengkilap dan kembali cerah," ujarnya saat ditemui di rumahnya di bilangan Pondok Gede Bekasi.

Caranya pun cukup gampang, bagian yang ingin terlihat mengkilap, tinggal diioleskan dengan semir ban, setelah dicuci terlebih dahulu. Namun, jangan langsung menuangkan cairan semir ban ke bodi motor. Tuangan sedikit terlebih dahulu ke spons atau lap kanebo, kemudian baru usapkan lap tersebut ke bodi motor yang kusam.

Cairan semir ban tidak hanya berkhasiat untuk bagian dek motor saja. Beberapa bagian yang bertekstur kulit jeruk seperti sepakbor belakang, konsol tengah, atau cover knalpot bisa dibuat kian mengkilap dengan cairan tersebut.

"Tetapi jangan terlalu banyak ketika menuangkan cairan semir ban ke lap yang akan digunakan. Jika terlalu banyak menuangkannya, bodi motor akan tampak belang ketika sudah kering nantinya.'"

Selamat mencoba dan semoga tampilan motor Anda tak kusam lagi.

Sumber: otomotif.metrotvnews.com

Sejarah Perusahaan Pembiayaan BFI Finance

17/06/2014 Manufacturer Hanover Leasing Corporation, Amerika Serikat, PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFI) adalah salah satu perusahaan pembiayaan tertua dan terbesar di Indonesia. Pada tahun 1986, PT Bank Umum Nasional dan Essompark Ltd., Hong Kong, mengambil alih kepemilikan Manufacturer Hanover Leasing Corporation dalam Perusahaan. Pada tahun 1990, Perusahaan merubah izin operasi untuk menjalankan usaha multifinance dan berganti nama menjadi PT Bunas Finance Indonesia. Pada tahun yang sama Perusahaan berganti status menjadi perusahaan publik setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). BFI merupakan salah satu perusahaan pembiayaan yang pertama kali menjadi perusahaan publik di tahun 1990.
Awal Berdiri tahun 1982 sebagai perusahaan patungan dengan

Melewati krisis ekonomi di Asia, yang berawal di tahun 1997, BFI berhasil melakukan restrukturisasi hutang lebih cepat pada tahun 2001 dan tanpa melalui program bantuan pemerintah dan nama Perusahaan diubah menjadi PT BFI Finance Indonesia Tbk. Saat ini BFI menjadi perusahaan publik Indonesia yang secara mayoritas dimiliki oleh pihak asing, sebagian besar adalah lembaga keuangan terkemuka. BFI telah menjadi perusahaan penyedia jasa pembiayaan yang ternama, kokoh dari segi keuangan dan operasional.

BFI memfokuskan kegiatan bisnisnya pada pembiayaan kendaraan-kendaraan roda empat dan dua, dengan target ke masyarakat golongan ekonomi menengah dan menengah ke bawah. Perusahaan juga membiayai alat-alat berat melalui Sewa Pembiayaan. Secara geografis, bisnis Perusahaan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan menjadi salah satu dari perusahaan-perusahaan pembiayaan dengan bisnis paling beragam di negeri ini.

Saat ini BFI memiliki lebih dari 220 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan didukung oleh lebih dari 6.000 karyawannya, BFI mampu memperoleh dan memproses aplikasi dari masyarakat secara cepat, serta melakukan penagihan piutang ke pelanggan dengan sistem kerja yang efisien. Kinerja Perusahaan yang sangat baik dari tahun ke tahun membuat BFI mampu meraih berbagai pencapaian dan penghargaan yang signifikan.

Sumber: bfi.co.id

Pentingnya Seribu Kilometer Pertama Untuk Mobil Baru

Punya mobil baru memang menjadi Kepuasan tersendiri, apalagi kalau mobil itu telah lama diidam-idamkan. Tapi mengendarai mobil baru ternyata butuh perlakuan khusus untuk menjaga daya tahan seluruh komponen yang ada pada mobil tersebut.
Inreyen atau Break-In, adalah kondisi dimana mobil yang baru saja keluar dari pabrik perlu beradaptasi dengan kondisi jalan raya sebenarnya. Banyak yang menyebut jika inreyen pada mobil-mobil baru modern saat ini sudah tidak diperlukan lagi.

Tingkat kepresisian yang tinggi dan pengujian yang kompleks, membuat mesin modern telah mampu bekerja mendekati optimal sejak ia dirakit di dalam proses produksi di dalam pabrik. Penggunaan material dengan tingkat pemuaian yang rendah serta memiliki kekuatan yang lebih baik dari mesin era 1990-an, kian mengikis tidak diperlukannya lagi inreyen di mobil baru.

“Mungkin dulu iya, tapi sekarang sudah tidak. Jika dulu tingkat finishingnya yang tidak terlalu bagus, maka hal itu sudah tidak terjadi lagi sekarang,” ujar Workshop Head Tunas Daihatsu Matraman, Purbo Widodo.

Meski demikian serangkaian perlakukan khusus pada mobil baru tetap perlu jadi perhatian Anda. Walau bagaimana pun, mobil tetap buatan manusia. Beragam kemungkinan sistem tidak bekerja, tetap saja dapat terjadi, meski Quality Control sudah dibuat seketat mungkin. Tidak ada salahnya, pemilik mobil baru perlu memperhatikan beberapa hal ini hingga 1.000 km pertama.

Cek List Komponen Safety di Mobil
Meski sudah diperiksa oleh dealer saat serah terima kendaraan, tidak ada salahnya untuk memeriksa kembali beberapa komponen penting di mobil. Dari jumlah oli mesin, transmisi, air wiper dan minyak rem. Kemudian pastikan seluruh lampu bekerja dan sistem seperti rem dan kopling berjalan sempurna saat serah terima mobil berlangsung.

Tekanan Angin Ban
Saat proses pengiriman mobil, pabrik mobil selalu memberikan tekanan angin maksimal di seluruh roda. Hal ini penting agar kualitas ban tetap terjaga saat diterima konsumen.

Nah, proses penyesuaian ini kerap terlewatkan oleh dealer. Jangan heran bila bantingan mobil baru Anda terasa keras dari semestinya. Untuk itu, sesuaikan tekanan angin ban dengan berpatokan pada rekomendasi pabrikan.
Jaga Putaran Mesin
Meski memiliki tingkat kepresisian yang tinggi, penyesuaian antar komponen bergerak di dalam mesin pun tetap di butuhkan. Bedanya, kini mesin modern tidak lagi memerlukan jarak tempuh yang jauh agar seluruh komponen bergerak saling ‘klik’ untuk memberikan performa mesin optimalnya.

Berkendaralah dengan lembut. Pasalnya pada mobil baru komponen mesin belum berada pada kondisi optimal sehingga dibutuhkan penyesuaian, seperti ring piston dengan dinding silinder atau camshaft dengan pelatuk klep dan lainnya.

Usahakan jangan menggunakan posisi gigi pada satu kecepatan tinggi dalam waktu yang lama. Dengan demikian seluruh bagian transmisi bisa terlumasi sempurna. Variasi kecepatan juga dibutuhkan selama mobil menempuh jarak hingga 1.000 km pertama.

Rem Mendadak
Hindari pengereman mendadak, kecuali dalam kondisi emergency. Selain demi alasan keselamatan, Anda juga perlu waktu beradaptasi terhadap karakter rem mobil baru Anda. Tak hanya itu, potensial problem di rem pun akan dapat terdeteksi lebih awal, tanpa ada resiko kecelakaan.

Engine Brake
Deselerasi dengan bantuan mesin sebaiknya jangan dilakukan di awal Anda menerima mobil. Pasalnya, saat engine brake, suhu dan beban komponen bergerak di dalam mesin akan meningkat drastis. Hal ini tentu membuat komponen baru bekerja ekstra akibat tingkat pemuaian yang terjadi secara tiba-tiba. Lakukan atau gunakan engine brake saat jarak tempuh mobil baru Anda mendekati 1.000 km.

Fitur-fitur mobil
Setiap mobil memiliki fitur yang berbeda-beda dibanding mobil lainnya, ini biasanya berkaitan dengan model, tipe, dan harga dari mobil itu sendiri. Pelajari setiap fitur yang ada pada mobil Anda, mulai dari power steering, ABS, EBD, audio system, lampu-lampu, hingga parking sensor.

Semua fitur-fitur tesrebut dijelaskan pada Buku Pedoman Pemakaian Kendaraan (User Manual) yang Anda terima dari pihak dealer ketika mobil Anda pertama kali tiba ke tangan Anda. Pastikan semua fitur bekerja normal dan tidak mengalami gejala kerusakan.
Beban Muatan
Sebenarnya baik mobil baru maupun mobil bekas harus memperhatikan beban muatan dari kendaraan itu sendiri. Jika mobil hanya disarankan maksimal menampung beban lima orang, jangan paksakan hingga 7 atau 8 orang. Semua itu demi keselamatan Anda dan keluarga serta memperpanjang usia pakai sistem kaki-kaki kendaraan Anda.

Servis 1.000 Km Pertama
Inilah akhir dari fase penyesuaian kendaraan baru Anda. Perawatan 1.000 km sangat penting bagi pemilik mobil dan produsen mobil bersangkutan. Pasalnya, produsen mobil baru dapat kembali memantau kondisi produknya sejak mobil tersebut dirakit.

Jadi, jangan pernah abaikan servis pertama (1.000 km) mobil baru Anda. Pada servis pertama ini, seluruh komponen mobil Anda akan diperiksa oleh mekanik bengkel resmi. Mulai dari eksterior, interior, hingga mesin. Mekanik juga akan memeriksa semua baut-baut, selang-selang, sambungan-sambungan baik pada mesin maupun komponen lain sehingga dipastikan tidak terjadi malfungsi.

Jika selama pemakaian 0-1000 km pertama Anda mobil mengalami keluhan atau kerusakan, jangan sungkan untuk menanyakannya dengan pihak bengkel agar dapat langsung terdeteksi beragam potensial kerusakan yang mungkin terjadi.

Meski dalam paduan perawatan tidak memerlukan penggantian pelumas mesin, tak ada salahnya untuk Anda mengganti pelumas dan filternya. Hal ini dikarenakan pelumas di mesin telah hadir sejak mesin tersebut dirakit dan meminimalkan kotoran atau serbuk besi akibat penyesuaian antar komponen bergerak di dalam mesin.

Sumber: tips.autobild.co.id

 
Kembali Ke Atas